Posted by: Tun Sriana | January 12, 2012

KeJaDiaN MaLaM iTu……

Malam itu saat aku pulang menuju kampusku dengan menumpang MRT (Municipal Rapid Transit) disalah satu station, masuklah segerombolan tuna netra. Dengan dipandu seorang volunter, beliau mengatakan bahwa orang-orang tersebut akan turun di dua station lagi yang memang merupakan tempat transit ke jalur berbeda. Reflek….. orang-orang yang sedang duduk santai atau bahkan sedang tertidur setelah lelah bekerja berdiri dan memberikan tempat duduk mereka kepada orang-orang tersebut.

Apresiasi yang luar biasa, bentuk menghargai sesama yang selalu aku kagumi dinegara ini. Pelajaran-pelajaran kecil yang membuat aku mengerti memang seharusnya tidak ada perbedaan antara aku, kamu, dia dan mereka.

Bangsa yang besar memang seharusnya dimulai dari tiap-tiap pribadinya. Jangan pernah memimpikan  menjadi sebuah negara hebat jika tidak dimulai dari pribadi-pribadi yang hebat pula karena semua itu akan tetap menjadi mimpi-mimpi disiang hari. Bagaimana dengan negaraku? kapankah keperdulian kepada sesama itu akan menjadi sebuah tradisi? Semoga saat aku pulang nanti…… harapanku…

Posted by: Tun Sriana | January 5, 2012

aKu PuLaNg…

Setelah lebih dari 2 tahun akhirnya sebentar lagi aku akan kembali ke rumahku. Rumah yang selalu aku rindukan dan tempat dimana aku selalu ingin pulang. Pulang untuk kembali. Hanya sesaat, setidaknya aku akan ada waktu untuk kembali merenungkan segala yang ingin dan telah aku lakukan. Waktu untuk aku bisa berbagi dengan orang-orang yang aku cintai dan sayangi. Waktu untuk aku bisa menghabiskan waktu dengan segala rutinitas rumah dan kampungku yang selalu indah untuk diingat, kesibukan desa miskin dengan segala tetekbengeknya. Aku rindu dengan pematang-pematang sawah yang selalu indah untuk dinikmati. Begitu juga dengan udara segar yang sudah tak bisa aku temukan dipulau kecil ini. Aku rindu…rindu semuanya.

Hal yang paling aku rindukan adalah saat aku menghabiskan waktu didapur bersama ibu dan nenekku. Disana tempat kami menghabiskan waktu dipagi hari sebelum dimulainya segala rutinitas hari itu. Menghabiskan waktu dengan bercerita dan bertukar tentang banyak hal. Petuah, nasehat dan pengalaman hidup yang selalu mereka ceritakan dan meskipun sedikit atau banyak telah menjadi sebuah inspirasi untuk kehidupanku saat ini dan yang akan datang. Dua wanita hebat yang selalu aku kagumi dengan segala perjuangan dan pengalaman hidup untuk menjadikan anak dan cucu mereka jauh lebih baik dari kehidupan mereka sendiri.

Aku rindu, saat aku tidur dipelukan ibuku. Rindu saat aku bisa menceritakan semua beban yang aku rasakan. Segala perasaan yang ada, entah itu senang atau sedih. Aku rindu untuk melepaskan semua beban yang aku rasakan selama ini. Beban yang berusaha aku tanggung dan pikul dua tahun belakangan ini tanpa ada seorangpun tempat aku bisa meluapkan semuanya selain dengannya.

Aku juga ingin bertemu dengan seorang bocah yang telah menjadi salah satu dari sekian banyak alasanku untuk pulang. Bocah yang aku ingin dia menjadi jauh lebih hebat dari aku. Bocah yang aku ingin dia bisa mencapai semua cita-citanya dengan kecerdasan otaknya. Bocah yang saat ini ada dalam asuhanku.

Aku ingin mendengar apa saja yang telah dia lakukan selama setahun ini. Aku ingin tahu prestasi apa saja yang telah dia ukir seperti janjinya. Aku ingin menjadi seseorang yang bangga dengannya selain kedua orang tuanya.

Aku akan segera pulang, tak lama… tapi aku ingin menjadikan kepulanganku saat ini menjadi sesuatu yang bermakna dan akan menjadi pengalan cerita dalam bingkai hidupku.

Posted by: Tun Sriana | January 1, 2012

BeRiNvEsTaSi UnTuK MaSa DePaN

Mengalami masa kejenuhan yang bertubi-tubi. Berusaha membunuh setiap rasa itu dengan melakukan apapun yang bisa aku lakukan. Mengorek semua kenangan dimasa lalu untuk menemukan satu hobi yang pernah sangat aku nikmati dimana dulu saat aku membuang kesepian, dan menghabiskan waktu luangku dengan berjam-jam mengelutinya, menikmatinya dan merasa puas dengan hasil karya yang aku dapatkan.

Dulu aku pernah bermimpi, suatu saat aku bisa mengembangkan hobi itu. Hobi yang suatu saat bukan hanya sekedar hobi belaka. Yap… hobiku tersebut adalah merajut. Aku pernah membuat beberapa hasil karya dari mulai taplak meja, bros maupun rompi-rompi sederhana. Hobi yang juga pernah menjadikan uang jajanku bertambah dan sekaligus tempat aku bisa membenamkan setiap masalah yang aku hadapi. Butuh ketenangan memang, butuh keseriusan dan kesabaran untuk menyelesaikannya dan saat ini hobi tersebut kembali muncul saat segala kepenatan memenuhi otakku.

Jika dulu aku dengan mudah bisa meluangkan waktuku, jika dulu aku bisa menghabiskan berjam-jam bahkan berhari-hari untuk menyelesaikan setiap hasil karyaku tapi tidak untuk saat ini tentunya. Dengan segala kesibukan yang aku punyai, dengan waktu yang sepertinya tidak pernah cukup untukku mustahil aku bisa melakukannya.

Meskipun begitu, mulai sekarang aku bertekat untuk menempatkan hobi itu menjadi sebuah prioritas untuk membunuh kejenuhan. Dan aku juga bertekat suatu saat hobi itu akan menjadi investasi nyata. Jika sekarang aku belum bisa mewujudkannya dan bahka aku tidak punya cukup waktu untuk menyalurkan hobi tersebut  setidaknya disini aku bisa mengkoleksi buku-buku yang berhubungan dengannya. Apalagi setelah aku mendengar cerita ibu jika beliau membelikan aku rak buku baru dirumah menambah semangat untuk segera memenuhi rak tersebut dengan buku-buku tentang menyulam itu. Setelah ini berburu buku “Menyulam” akan menjadi agendaku.

Posted by: Tun Sriana | December 19, 2011

DeMi SaTu KaTa.. “MaJuLaH aNaK BaNgSa”

Ini negeri besar dan akan lebih besar. Sekedar mengeluh dan mengecam kegelapan tidak akan mengubah apapun. Nyalakan lilin, lakukan sesuatu.”

Itulah tag line yang tertulis di web Indonesia Mengajar, dan aku yakin hampir semua dari kita tahu akan program hebat tersebut. Sebuah program yang digawani dengan tujuan mulia untuk membebaskan bangsa Indonesia dari  buta tulis dan sebagai bentuk refleksi untuk menjunjung tinggi amanah yang terembang dalan UUD 1945  “mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Bangga dengan mereka yang mempunyai gagasan tersebut dan salut dengan orang-orang yang telah menghabiskan waktu, tenaga, pikiran dan materi untuk mensukseskan program itu. Jika dibanding dengan mereka, aku merasa bukan apa-apa. Bukan apa-apa bukan berarti aku tak mampu melakukan sesuatu.

Jika ragaku tak mampu memberikan tenaga mudaku untuk mengabdi pada Ibu pertiwi, Jika pemikiranku tak mampu aku gunakan untuk membuat perubahan hebat untuk negeriku tercinta setidaknya aku masih punya sedikit harapan dengan bergabung bersama mereka.

Bersama orang-orang hebat: Dimas Pramudya, Ervin Nurhayati, Ferani  Eva Zulvia dan Joni Wahyudi kami berkeinginan untuk menjadi “penyala” pada program Indonesia Mengajar tersebut. Sangat sedikit yang bisa kami berikan seperti betapa kami yakin itu bukanlah apa-apa, tapi kami akan selalu mencoba konsisten dengan apa yang akan kami lakukan.

Sedikit tapi pasti, berjalan meskipun tak bisa berlari, kami akan selalu mencoba dan berusaha memberikan yang kami miliki.

Semoga kita sama-sama merasa memiliki Indonesia, semoga kita merasa pendidikan menjadi tanggung jawab kita bersama, berhentilah mengecam dan lakukan perubahan. Kami selalu berharap kedepannya kami akan bisa memberi lebih banyak dari sekarang, dan kami akan selalu membuka tanggan untuk bisa saling bergandengan demi satu kata “Majulah anak Bangsa”

Spesial thanks to Pak Erly untuk hasil foto2nya..

Sesuatu yang selalu aku syukuri dalam kehidupan dan perjalanan hidupku adalah saat aku bertemu orang-orang hebat dalam perjalananku. Orang-orang hebat yang selalu mengajariku banyak hal, sehingga aku bisa mengerti dan memahami makna dari hidup dan kehidupan.

Pelajaran yang aku dapatkan dari seorang ibu yang aku temui  belakangan ini adalah bagaimana aku seharusnya bersikap, bagaimana aku seharusnya menempatkan posisiku dalam masyarakat dan dalam kehidupanku. Belajar menjadi seorang wanita tangguh yang dibutuhkan oleh sekitarnya, dan keberadaannya yang akan selalu dinantikan. Memberi sedikit tapi  memberi dengan hati.

Pesan beliau yang akan selalu aku ingat adalah kita wajib mendapatkan  kebahagian karena kebahagiaan itu adalah milik kita. Jangan pernah mengantungkan kebahagiaan itu kepada orang lain. Buang jauh-jauh segala sesuatu yang akan membuat kita merasa sakit dan menderita, lupakan dan biarkan dia pergi. Serahkan semua urusan kepada-NYA, karena DIA-lah Tuhan yang maha segalanya. 

Sedikit merasa lega setelah semua nasehat yang beliau berikan. Sedikit merasa ringan atas segala cobaan yang sedang menimpaku karena aku merasa apa yang terjadi padaku bukan apa-apa jika dibandingkan dengan penderitaan orang lain justru saat inilah aku bisa banyak belajar dan seharusnya aku semakin bersyukur atasnya. Yang perlu aku lakukan adalah, aku harus menghilangkan segala sesuatu yang membuat aku merasa sakit dan tersakiti. Menjauhi segala macam yang akan dapat melukai baik jiwa maupun perasaanku. Menjaga hubungan baik dengan siapapun dan semakin mendekatkan diri kepada-NYA. Berjuang semaksimal mungkin dengan kemampuan yang aku miliki, dan menyerahkan keputusan hanya kepada DIA semata.

Semoga suatu hari nanti aku bisa menjadi sosok seperti beliau, menjadi seorang istri yang akan bisa mendampingi suami sampai pada puncak karir, menjadi seorang ibu yang akan mendidik belahan hati sehingga menjadi orang-orang yang berguna untuk sesama dan masih tetap mempunyai waktu untuk memikirkan orang lain.  Semoga…dalam perjalanan hidupku aku akan semakin berguna untuk orang-orang disekitarku.

[Thanks to Ibu Fahmi Idris, untuk pelajaran yang tak ternilai ]

Posted by: Tun Sriana | December 7, 2011

DeaR TUHAN……………..

Dear Tuhan yang maha baik…

Engkau maha tau apa yang aku rasakan

Engkau mengerti apa yang aku inginkan

Kabulkan dan jagalah hatiku untuk tetap ada dijalurnya

Dear Tuhan yang maha mengerti

Tanpa ku ucapkan pun kau maha tau

Apa yang harus dan ingin aku lakukan

Untuk itu bimbinglah aku untuk tetap ada dijalan-MU

Dear Tuhan yang maha adil

Buatlah aku untuk selalu ada dimana aku seharusnya berada

Jagalah aku agar aku tidak pernah menyakiti orang lain

apalagi melakukan sesuatu yang bisa menyakiti diriku sendiri

Dear Tuhan yang maha kuat

Kuatkanlah aku, agar aku bisa bertahan

Dengan timpaan dan terpaan yang kau berikan

Karena aku percaya yang terjadi padaku

adalah caramu agar aku menjadi lebih kuat dan

menjadikan aku lebih baik

Posted by: Tun Sriana | October 26, 2011

SaaT TaNgGuNg JaWaB MenJadi SeBuaH BeBaN

Meluangkan waktu disela kesibukan, memberikan sedikit yang aku punya untuk orang lain, itu adalah hal yang ingin aku lakukan. Seperti yang dikatakan seorang teman kepadaku “kita berada disuatu tempat untuk satu alasan, Tuhan tidak akan pernah memberitahukan apa itu sampai kita mencari tahu dan menemukan jawabannya”

Dengan menyandang status “Mahasiswa” merupakan sebuah anugrah yang besar dari-NYA dan bukan berarti aku mesti bersombong diri darinya tapi aku merasa dengan status itu aku bisa melakukan apapun yang bisa aku lakukan, bergerak bebas tanpa ada beban meskipun tak jarang teguran dan tatapan mata “sinis” dari Prof aku terima saat aku tak bisa memberikan progres yang memuaskan untuknya. Tapi bagiku itu bukan soal karena aku ingin hidupku bukan hanya untukku tapi juga untuk orang-orang disekitarku.

Saat aku memutuskan bergabung bersama teman-temanku dan mengawangi sebuah misi besar, aku merasa bersemangat dan senang karena aku berharap disanalah aku bisa memberikan sedikit yang aku punya dan lakukan meskipun disela padatnya aktifitasku.

Semua berubah dengan berjalannya waktu, dan aku merasakan sesuatu yang aku bangun dengan niat baik harus terbentur dengan ego dan hati nurani. Pertama, kedua dan ketiga kalinya aku mencoba untuk bertahan tapi disaat diskusi bukan lagi sebuah solusi dan prasangka menjadi yang utama, saat setiap orang tidak dengan sadar dan menjalankan tugas yang menjadi tanggung jawabnya aku menyerah. Aku menyerah karena aku merasakan tanggung jawab itu telah berubah menjadi sebuah beban.

Seperti picik kedengarannya dan aku mengakuinya. Tapi aku mempunyai alasan yang sangat kuat, alasan yang menurutku paling benar dan paling masuk akan aku lakukan. Bagaimana tidak, jika seharusnya tempat yang bisa menjadi ladang amal buat kita namun pada akhirnya menjadi tempat menuai dosa karena sudah tidak ikhlas, sering mengeluh dan merasakan setiap saat adalah emosi dan hanya perasaan ingin marah saat semua yang ada terlihat tidak sesuai dengan standar paling dasar yang telah ditetapkan. Dan saat itu pergi adalah pilihan yang paling tepat.

Jika aku ditanya, bagaimana perasaanmu? aku akan menjawab sedih dan teramat sedih. Sedih bukan karena aku tak bisa eksis disana tapi aku merasakan sedih saat aku sudah tak bisa menyebarkan kebaikan dan seperti yang aku katakan aku sudah tidak bisa lagi memberikan sedikit yang aku punyai itu.

Sepertiga malam setelah aku mengambil keputusanku, aku berdoa kepada Tuhan-Ku, semoga saat aku kehilangan kesempatan itu DIA akan memberikan aku tempat yang lain, tempat dimana aku bisa menyebarkan kebaikan, memberikan yang aku punyai, belajar banyak tentang arti hidup dan kehidupan. Semoga aku menemukan teman-teman yang menjunjung tinggi sebuah kebersamaan bukan menjunjung tinggi ego masing-masing. Bisa saling mengingatkan saat salah dan bukan merasa benar sendiri. Semoga saat itu aku bisa belajar ikhlasnya makna memberi dan indahnya saat aku bisa menerima.

Posted by: Tun Sriana | October 25, 2011

Aku MeRiNdU……

Aku sedang sangat merindu, merindukan sosok-sosok  istemewa dalam kehidupannku.

Aku sedang tidak ingin berkompromi dengan waktu yang aku rasakan begitu lambat berjalan.
Aku ingin segera pulang, untuk melepaskan semua beban yang sedang aku tahan.

 Sudah tak ingin aku terlihat tegar, jika kenyataannya aku sedang sangat rapuh.

 

Aku ingin segera pulang…………………..

 

 

Posted by: Tun Sriana | September 1, 2011

DeaR SaHaBaT……

Mengenalmu…

mengingatku….

menjadikan aku rindu pada saat yang telah kita lewatkan

 

saat raga tak bisa bersua

saat lagu tak bisa lancar kudendangkan

hanya doa yang  bisa aku panjatkan

 

Kutitipkan dia padamu

untuk menggantikan sosokku

meskipun tak sempurna

semoga bisa mengobati rindu Ibuku padaku…..

 

[Lebaran-tahun ke 3 saat aku tak bisa sungkem pada Ibuku]

Posted by: Tun Sriana | April 26, 2011

DiSaaT SePeRtI iNi…………

Aku sedang merasakan perasaan gundah dan gulana, aku seperti ingin menyerah dengan apa yang sedang aku perjuangkan. Entahlah……aku merasa, aku sudah melakukan semua hal terbaik yang bisa aku lakukan dan aku sudah berusaha untuk berjuang dengan seluruh tenaga dan pikiran yang aku miliki.

Tak mestinya mengeluh jika aku masih mempercayai ada kekuatan diatas segalanya,  tak semestinya aku bersedih jika aku masih meyakini bahwa ada tangan yang akan membimbingku jika aku memintanya.

Disaat seperti ini, aku sebenarnya sudah tak ingin lagi berjuang. Disaat seperti ini, sebenarnya aku ingin menengelamkan semua rasa yang aku miliki dengan melakukan segala hal yang membuat aku senang. Tapi entahlah…nyatanya aku masih disini, menikmati semua perasaan yang ada dan membiarkanya mengendap atau membiarkanya pergi entah kemana.

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.